You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan HARGOREJO
Kalurahan HARGOREJO

Kap. KOKAP, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

PEMERINTAH KALURAHAN HARGOREJO I SOSIAL MEDIA : Instagram @kalurahan_hargorejo I Twitter @pemkalhargorejo I Youtube : Kalurahan Hargorejo

Vandalisme di Perpustakaan Tidak Hanya Coret-Coret, Lho!

Admin Hargorejo 15 Mei 2023 Dibaca 124 Kali
Vandalisme di Perpustakaan Tidak Hanya Coret-Coret, Lho!

Peningkatan literasi dan minat baca hingga sekarang masih diupayakan oleh berbagai pihak, termasuk di tempat publik. Salah satu pelayanan di tempat publik yang disediakan adalah tempat membaca, baik dalam bentuk perpustakaan maupun pojok baca. Dengan berfokus pada peningkatan minat baca dan literasi masyarakat, maka koleksi buku merupakan barang yang sangat penting karena menjadi unsur utama dalam pelayanan.

Namun, tidak sedikit dari koleksi buku yang ada menjadi sasaran vandalisme. Bagi sebagian orang, vandalisme terhadap koleksi buku perpustakaan dan pojok baca adalah mencorat-coret. Akan tetapi, vandalisme tidak hanya terbatas pada perbuatan corat-coret. Lalu, apa saja bentuk perbuatan vandalisme di perpustakaan dan pojok baca?

Vandalisme secara harfiah diartikan sebagai perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga (keindahan alam dan sebagainya) atau perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas. Beberapa bentuk vandalisme di perpustakaan terhadap koleksi buku, di antaranya :

1. Mencorat-coret buku, baik menggunakan pulpen, pensil, stabilo, pensil warna, spidol, dan alat tulis lainnya.
2. Melipat, menggunting, merobek, dan mengerat halaman buku tertentu.
3. Khusus di perpustakaan, memanfaatkan kartu anggota perpustakaan orang lain tanpa izin pemilik
4. Menghilangkan buku atau dengan sengaja tidak mengembalikan buku koleksi
5. Memaksa membuka buku agar dapat rata saat digandakan (fotocopy), yang biasanya menyebabkan perekat buku yang rusak sehingga berisiko halaman terlepas.
6. Koleksi buku rusak : terkena air, makanan, bahkan air liur karena tertindih saat tidur karena membaca.

Dengan mengetahui berbagai bentuk vandalisme, diharapkan pengunjung perpustakaan maupun pojok baca dapat meminimalisasi tindakan vandalisme dan risiko merusak koleksi buku. Sehingga, tidak menimbulkan kerugian yang dapat dialami perpustakaan dan pojok baca.

Sumber : Kemdikbudristek RI

(Annisa Istika)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2024 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,421,894,699 Rp3,428,029,699
99.82%
Belanja
Rp3,512,806,699 Rp3,556,005,689
98.79%
Pembiayaan
Rp127,976,678 Rp127,977,366
100%

APBDes 2024 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp13,600,000 Rp13,600,000
100%
Hasil Aset Desa
Rp107,710,000 Rp107,710,000
100%
Dana Desa
Rp1,694,238,000 Rp1,700,373,000
99.64%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp171,785,308 Rp171,785,308
100%
Alokasi Dana Desa
Rp1,087,739,991 Rp1,087,739,991
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp225,000,000 Rp225,000,000
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp55,621,400 Rp55,621,400
100%
Penerimaan Bantuan Dari Perusahaan Yang Berlokasi Di Desa
Rp60,000,000 Rp60,000,000
100%
Bunga Bank
Rp5,000,000 Rp5,000,000
100%
Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp1,200,000 Rp1,200,000
100%

APBDes 2024 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,589,974,340 Rp1,629,109,212
97.6%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,092,790,000 Rp1,146,097,200
95.35%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp410,387,159 Rp404,080,277
101.56%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp233,545,800 Rp254,660,700
91.71%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp186,109,400 Rp122,058,300
152.48%