You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan HARGOREJO
Kalurahan HARGOREJO

Kap. KOKAP, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

PEMERINTAH KALURAHAN HARGOREJO I SOSIAL MEDIA : Instagram @kalurahan_hargorejo I Twitter @pemkalhargorejo I Youtube : Kalurahan Hargorejo

Gula Kelapa : Si Manis yang Jadi Potensi Hargorejo

Admin Hargorejo 14 April 2023 Dibaca 1.068 Kali
Gula Kelapa : Si Manis yang Jadi Potensi Hargorejo

Gula kelapa sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu pemanis alami makanan dan minuman yang dapat menjadi pengganti gula pasir atau gula tebu. Gula kelapa diperoleh dari proses penyadapan nira kelapa yang kemudian dikurangi kadar airnya melalui proses pemasakan dan pencetakan hingga menjadi padat. Umumnya, waktu penyadapan dilakukan pada pagi dan sore hari.

Kalurahan Hargorejo memiliki komoditas pohon kelapa yang tumbuh subur. Dengan besarnya komoditas kelapa yang dihasilkan, sebagian besar warga Kalurahan Hargorejo bermata pencaharian sebagai penyadap nira kelapa dan produsen gula kelapa. Usaha ini tergolong jenis industri rumahan karena pengerjaannya secara individu di rumah masing-masing pengrajin. Penyadapan biasanya dilakukan oleh para pria, kemudian proses pemasakan selama lebih kurang 2-3 jam hingga menjadi gula cetak atau gula kelapa dilakukan oleh para wanita di rumah.

Durasi proses pemasakan bergantung pada kuantitas nira yang diolah. Waktu 2 hingga 3 jam merupakan waktu ideal untuk menghasilkan 1-2 kilogram gula kelapa. Bahan baku nira kelapa dengan perbandingan 1:2, di mana untuk menghasilkan 5 kilogram gula kelapa, maka dibutuhkan 10 liter nira kelapa.

Nira yang baik untuk menghasilkan gula kelapa yang keras dan kering adalah nira yang berwarna jernih dan tidak mengalami fermentasi alami atau yang biasa disebut dengan istilah ‘matang di pohon’. Proses produksi gula kelapa di tingkat petani maupun industri rumahan dilakukan dengan peralatan yang sangat sederhana, yatu menggunakan kuali, pengaduk, dan tungku kayu bakar. Gula kelapa sering dicetak berbentuk bulat menggunakan bambu ataupun berbentuk setengah bola menggunakan batok kelapa. Gula kelapa cetak dari hasil produksi para pengrajin (petani) biasanya langsung dijual ke pasar atau pengepul yang datang pada hari-hari tertentu. Selain daya tahan yang pendek, gula kelapa cetak memiliki kelemahan, yaitu tingkat harga yang sangat tidak menentu.

Gula kelapa semula hanya diproduksi sebagai gula cetak, sedangkan pengolahan menjadi variasi gula kelapa kristal atau gula semut untuk sementara ini masih sangat terbatas pada produsen tertentu, yang memiliki peralatan dan mesin yang lebih modern, seperti oven. Produk gula kelapa selain diminati di dalam negeri juga sangat diminati oleh pasar pengekspor, terutama dalam bentuk gula semut. Negara-negara tujuan ekspor tersebut antara lain Amerika, Jepang, dan Eropa. Gula kelapa dari Indonesia dapat diterima di mancanegara karena memiliki kandungan, rasa, dan aroma yang berbeda dengan produksi dari negara lain.

Kekhasan kandungan gula kelapa di samping berwarna kuning kecoklatan, rasa, dan aroma, juga ditunjang dengan kandungan nilai nutrisi yang lebih tinggi dan lebih baik daripada produk pemanis lainnya. Kandungan nutrisi yang terkandung di dalam gula kelapa, antara lain Protein, Lemak, Kalium, Zing, dan Fosfor.

Dengan variasi produksi yang berpotensi untuk dikembangkan, gula kelapa dapat menjadi komoditas unggulan masyarakat petani penghasil nira di Kalurahan Hargorejo.(Annisa Istika)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2024 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,421,894,699 Rp3,428,029,699
99.82%
Belanja
Rp3,512,806,699 Rp3,556,005,689
98.79%
Pembiayaan
Rp127,976,678 Rp127,977,366
100%

APBDes 2024 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp13,600,000 Rp13,600,000
100%
Hasil Aset Desa
Rp107,710,000 Rp107,710,000
100%
Dana Desa
Rp1,694,238,000 Rp1,700,373,000
99.64%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp171,785,308 Rp171,785,308
100%
Alokasi Dana Desa
Rp1,087,739,991 Rp1,087,739,991
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp225,000,000 Rp225,000,000
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp55,621,400 Rp55,621,400
100%
Penerimaan Bantuan Dari Perusahaan Yang Berlokasi Di Desa
Rp60,000,000 Rp60,000,000
100%
Bunga Bank
Rp5,000,000 Rp5,000,000
100%
Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp1,200,000 Rp1,200,000
100%

APBDes 2024 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,589,974,340 Rp1,629,109,212
97.6%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,092,790,000 Rp1,146,097,200
95.35%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp410,387,159 Rp404,080,277
101.56%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp233,545,800 Rp254,660,700
91.71%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp186,109,400 Rp122,058,300
152.48%