You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan HARGOREJO
Kalurahan HARGOREJO

Kap. KOKAP, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

PEMERINTAH KALURAHAN HARGOREJO

Bagiamana Menekan Jumlah Perokok Muda?

Administrator 24 Oktober 2019 Dibaca 353 Kali

Jumlah perokok anak muda terus bertambah sulit membayangkan tercapainya generasi emas 2045 jika anak-anak mudanya terjerat candu rokok tapi bagaimana caranya menekan jumlah perokok muda tak terus bertambah? survei sosial ekonomi nasional Susenas pada 23 tahun silam menunjukkan ada 27% perokok dibawah usia 17 tahun 20 tahun kemudian menlonjak lebih 76% sesuai data ditobiko atlas, pusat kajian jaminan sosial universitas Indonesia PKJS UI mengatakan tingginya anak penghisap rokok lantaran rendahnya harga, peneliti PKJS UI reni Nurhasanah menyebut, cukainya yang naik perlahan itu belum efektif menyasar penurunan frevalensi perokoknya, harganya masih murah di Indonesia itu termasuk harga termurah di dunia untuk rokok dan jika anda melihat di lapangan anda bisa melihat semua contoh orang meroko di mana-mana artinya kawasan merokok itu berjalan belum efektif dan setelah itu ada iklan rokok yang sudah di jam-jamin malam itu juga menyasar anak juga belum tentu tidak melihat dan imagenya melibatkan iklan rokok itu masih bisa dilihat anak-anak.

sejak 2010 organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah sudah mengeluarkan fatwa yang menyebut merokok hukumnya haram, pembina kesejahteraan umat PKU Muhammadiyah Slamet Budiarta, dikalangan Muhammadiyah sendiri sebagian besar mengharamkan rokok kalaupun ada masih 1, 2 tapi intinya tidak ada toleran karena mudharatnya lebih jauh lebih buruk daripada maslahatnya. selain itu rokok dianggap menceburkan diri dalam kebinasaan dan bahkan seperti bunuh diri perlahan keduanya bertetangan dengan Al Quran sementara itu Nahdlatul Ulama melihat rokok dari beragam perpekstif mulai dari perpekstif ekonomi sampai ke kebudayaan. pengurus Garda Bangsa yang secara ortonom organisasi Parta Kebangkitan Bangsa yang secara kultural dekat dengan NU Anas Naskhin berkomentar di Pesantren ada larangan anak merokok, di NU tradisinya di pesantren itu kalau anak-anak usia tsanawiyah sederajat SMP itu tidak boleh merokok tanpa pemrintah minta  Nu dan pesantrenya itu sejak zaman dulu itu kebanyakan ya santri yang masih kecil itu dilarang merokok.

Aspek lain yang bisa menekan jumlah perokok muda adalah sertifikasi halal perwakilan badan penyelanggara jaminan produk halal kementerian agama Fitriah Setiya Rini, makanan yang berasal dari tumbuhan asalnya halal kecuali yang membahyakan kesehatan bagi orang yang mengkonsumsinya. Kementerian agama menentukan halal atau tidak suatu produk dari segi syariah juga dari kesehatan misalnya lewat kandungan kimia yang terkandung di dalamnya. dikutip dari KBR Prime (CND)      

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image