Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo
Gunung Rego – Pengajian rutin wali santri malam Minggu Legi kembali digelar di Masjid Al Jihad Gunung Rego pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh para wali santri serta jamaah setempat dengan suasana yang khidmat dan penuh kekhusyukan.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka, yang menambah suasana religius dan menenangkan hati para jamaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Suharno, selaku takmir Masjid Al Jihad. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya menjaga istiqamah dalam mengikuti kegiatan pengajian sebagai sarana mempererat silaturahmi serta meningkatkan keimanan para wali santri.
Tausiah pada pengajian tersebut disampaikan oleh Bapak Mustofa Kamal dari Pengasih. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan materi tentang salat jamak dan qasar. Dijelaskan bahwa salat jamak diperbolehkan dalam kondisi tertentu, seperti karena hujan, sakit, atau ketika hendak bepergian. Sementara itu, dalam perjalanan, umat Islam diperbolehkan melaksanakan salat dengan cara jamak maupun qasar, baik mengerjakan dua rakaat-dua rakaat, ataupun tetap menyempurnakan salat sesuai jumlah rakaatnya.
Selain membahas fikih salat, Bapak Mustofa Kamal juga mengajak jamaah untuk menjadikan tahun baru Masehi sebagai momentum muhasabah diri. Ia mengingatkan bahwa bertambahnya usia berarti umur semakin berkurang dan manusia semakin dekat dengan ajal. Oleh sebab itu, setiap insan diharapkan mempersiapkan bekal untuk menghadap Allah SWT dengan memperbanyak amal ibadah, terutama menjaga salat lima waktu.
“Jika seseorang menjaga salatnya, maka kapan pun malaikat maut datang, insyaAllah akan diberikan husnul khotimah,” tuturnya. Ia juga menekankan bahwa hidup di dunia hanyalah sementara, sehingga kebiasaan baik seperti rajin salat dan memakmurkan masjid sebaiknya dibiasakan sejak usia muda agar kelak di usia tua tetap istiqamah datang ke masjid.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa terdapat dua kunci utama agar hidup menjadi aman dan tenteram, yakni sabar dan salat. Dengan menjadikan sabar dan salat sebagai penolong dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, maka urusan akan terasa lebih ringan. Amalan tersebut akan semakin sempurna jika ditambah dengan salat malam dan salat dhuha.
Dalam ceramahnya, ia juga menjelaskan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat 360 tulang, sehingga salat dhuha merupakan salah satu bentuk sedekah bagi seluruh anggota tubuh. Selain itu, jika memiliki kemampuan lebih, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah melalui harta benda.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penceramah, sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keberkahan usia, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Setelah doa bersama, pengajian rutin wali santri malam Minggu Legi ditutup dengan harapan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan membawa manfaat bagi seluruh jamaah.
Penulis : Ajru F.
Sumber : Sesaria
Editor : Fitriana
14 April 2020
129.539 Kali
30 September 2019
73.531 Kali
24 Februari 2023
69.407 Kali
06 Mei 2020
68.083 Kali
04 Mei 2020
66.465 Kali
23 Agustus 2022
64.531 Kali
07 Maret 2022
42.882 Kali
Kokap - Kulon Progo
Surat Keterangan Domisili
Surat Pengantar SKCK
Surat Keterangan Usaha
Surat Keterangan Kelahiran
Surat Keterangan Kematian
Dan Lain-lainnya
Hubungi Perangkat Kalurahan untuk mendapatkan PIN anda...
Laki-laki
Perempuan
BELUM MENGISI
TOTAL
© Kalurahan Hargorejo - OpenSID 2601.0.1-premium