KRIYAN – Kelompok Kesenian Gejog Lesung Condro Asmoro di Padukuhan Kriyan, RT 121 RW 036, Kalurahan Hargorejo, terus menjaga dan melestarikan kesenian tradisional melalui kegiatan seni yang dilaksanakan secara rutin. Kegiatan tersebut kembali digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026, sebagai salah satu bentuk upaya mempertahankan warisan budaya di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dukuh Kriyan. Setelah pembukaan, para anggota Kelompok Kesenian Gejog Lesung Condro Asmoro mulai menampilkan kesenian gejog lesung dengan penuh semangat. Kesenian tersebut dimainkan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok dengan menggunakan lesung dan alu sebagai alat utama pertunjukan.
Gejog lesung merupakan kesenian tradisional yang memanfaatkan lesung, yaitu alat yang dahulu digunakan masyarakat untuk menumbuk padi, sebagai instrumen musik. Cara memainkannya dilakukan dengan memukulkan alu pada bagian-bagian tertentu dari lesung secara berirama. Setiap pemain dapat menghasilkan bunyi yang berbeda sesuai dengan bagian lesung yang dipukul serta pola ketukan yang dimainkan.
Dalam pertunjukannya, beberapa pemain memainkan ketukan secara bergantian maupun bersamaan sehingga menghasilkan irama yang khas. Permainan tersebut membutuhkan kekompakan, ketepatan tempo, dan kerja sama antarpemain agar bunyi yang dihasilkan terdengar harmonis. Irama gejog lesung kemudian dapat dipadukan dengan tembang atau lagu tradisional sehingga pertunjukan menjadi semakin menarik.
Kesenian ini pada masa lalu memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat pedesaan, khususnya kegiatan mengolah hasil pertanian. Suara lesung dan alu yang dipukul secara berirama menjadi bagian dari aktivitas masyarakat setelah panen. Seiring perkembangan zaman, gejog lesung kemudian berkembang menjadi pertunjukan seni tradisional yang memiliki nilai budaya serta menjadi sarana hiburan dan kebersamaan masyarakat.
Kelompok Kesenian Gejog Lesung Condro Asmoro yang beranggotakan ibu-ibu menunjukkan bahwa pelestarian kesenian tradisional dapat dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Kegiatan rutin yang dilakukan tidak hanya menjadi sarana untuk berlatih dan menampilkan kesenian, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Keberadaan Kelompok Kesenian Gejog Lesung Condro Asmoro di Padukuhan Kriyan diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan. Kegiatan rutin seperti ini menjadi salah satu langkah penting dalam mengenalkan kembali kesenian tradisional kepada generasi muda agar warisan budaya masyarakat tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Melalui semangat kebersamaan para anggota dan dukungan masyarakat setempat, Gejog Lesung Condro Asmoro diharapkan dapat terus berkarya serta menjadi bagian dari kekayaan budaya Kalurahan Hargorejo. Kesenian yang sederhana dengan memanfaatkan alat tradisional tersebut membuktikan bahwa warisan budaya dapat terus hidup ketika masyarakat memiliki kemauan untuk merawat dan melestarikannya.
Penulis: Ajru F.
Sumber: Elna Dwiana N.
Editor: Fitriana