ANJIR – Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan 120 berkolaborasi dengan PKK Padukuhan Anjir menggelar pelatihan pengolahan limbah rumah tangga pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Balai Padukuhan Anjir mulai pukul 13.00–15.30 WIB tersebut berfokus pada pemanfaatan minyak goreng bekas (jelantah) serta pembuatan produk pembersih untuk kebutuhan rumah tangga.
Kegiatan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat Padukuhan Anjir, meliputi perwakilan Dasawisma dari setiap RT, pengurus Bank Sampah, tokoh masyarakat, hingga anggota Karang Taruna Padukuhan Anjir.
Pelatihan terbagi menjadi dua sesi yang memadukan penyampaian materi dan praktik langsung.
Sesi 1: Pengolahan Minyak Jelantah oleh KKN 120 UIN Sunan Kalijaga
Pada sesi pertama, tim KKN 120 UIN Sunan Kalijaga menyampaikan materi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan serta potensi pemanfaatannya. Mahasiswa memberikan panduan mengenai proses pemurnian minyak jelantah hingga pengolahannya menjadi lilin aromaterapi dan sabun cuci tangan. Setelah penyampaian materi, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti praktik pengolahan minyak jelantah menjadi produk olahan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi 2: Praktik Pembuatan Sabun Cuci Piring oleh PKK Padukuhan Anjir
Sesi kedua diisi dengan pemanfaatan keterampilan yang dimiliki oleh PKK Padukuhan Anjir. Sebelumnya, para anggota PKK telah mendapatkan pelatihan dari Mitra Wacana di Kalurahan Hargorejo. Dalam sesi ini, pengurus PKK mendemonstrasikan sekaligus mendampingi peserta dalam praktik pembuatan sabun cuci piring yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Melalui kegiatan pelatihan dan kolaborasi tersebut, KKN UIN Sunan Kalijaga Angkatan 120 bersama PKK Padukuhan Anjir mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah. Selain membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan, kegiatan ini diharapkan dapat menambah keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan yang tersedia di rumah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.
Penulis: Annisa Istika
Editor: Fitriana