NGULAKAN – Kegiatan Integrasi Layanan Primer (ILP) Balita dan Dewasa dilaksanakan di Padukuhan Ngulakan pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 54 peserta ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan kesehatan sejak usia balita hingga dewasa.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan proses pendaftaran peserta, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar lengan atas (LILA), serta lingkar kepala (LIKA) bagi balita. Hasil pengukuran tersebut dicatat sebagai bagian dari pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.
Selain pemantauan kesehatan balita, peserta juga mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Vitamin A. Pemberian PMT diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, sementara Vitamin A berperan penting dalam mendukung kesehatan mata dan daya tahan tubuh.
Pada kelompok usia dewasa, kegiatan dilanjutkan dengan skrining kesehatan dan pemeriksaan gula darah yang dilaksanakan oleh petugas dari Puskesmas Kokap I. Pemeriksaan tersebut menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama dalam mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular.
Salah satu materi yang diberikan dalam kegiatan ini adalah edukasi mengenai penyakit cacar. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengertian, tanda dan gejala, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan penyakit tersebut.
Edukasi ini penting agar masyarakat dapat mengenali gejala sejak dini dan tidak mengabaikan munculnya ruam atau lepuhan pada kulit, terutama apabila disertai demam dan keluhan lainnya. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kontak erat dengan orang yang sedang mengalami gejala penyakit menular, serta tidak menggunakan barang pribadi secara bergantian.
Apabila muncul gejala yang mengarah pada penyakit menular, masyarakat dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Melalui edukasi tersebut, diharapkan masyarakat semakin mampu melakukan pencegahan serta mengambil langkah yang tepat apabila menemukan gejala penyakit di lingkungan keluarga.
Selain edukasi mengenai cacar, kegiatan ILP juga memberikan sosialisasi tentang Isi Piringku sebagai panduan sederhana dalam menerapkan pola makan sehat dan seimbang. Peserta diajak memahami bahwa makanan sehari-hari tidak hanya harus mengenyangkan, tetapi juga perlu memenuhi kebutuhan gizi tubuh.
Konsep Isi Piringku mengajarkan bahwa dalam satu kali makan, setengah bagian piring diisi dengan sayur dan buah, sedangkan setengah bagian lainnya diisi dengan makanan pokok dan lauk-pauk. Penerapan konsep tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lainnya secara lebih seimbang.
Masyarakat juga diingatkan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah, memilih sumber protein yang baik, membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta mencukupi kebutuhan air putih. Edukasi ini penting bagi keluarga karena kebiasaan makan sehat dapat dibangun sejak usia dini. Orang tua memiliki peran besar dalam mengenalkan beragam makanan bergizi kepada anak sehingga pola makan sehat dapat menjadi kebiasaan hingga dewasa.
Kegiatan ILP Balita dan Dewasa di Padukuhan Ngulakan diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan dan pencatatan kesehatan, tetapi juga mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mencegah penyakit, memenuhi kebutuhan gizi, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya kegiatan yang melibatkan balita maupun masyarakat dewasa secara bersama-sama, diharapkan tercipta keluarga yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan mampu menjadi lingkungan pertama dalam menjaga tumbuh kembang anak serta kesehatan seluruh anggota keluarga.
Penulis : Ajru F.
Editor : Fitriana