You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Kalurahan Hargorejo
Logo Kalurahan Hargorejo
Kalurahan Hargorejo

Kap. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

PEMERINTAH KALURAHAN HARGOREJO I SOSIAL MEDIA : Instagram @kalurahan_hargorejo I Twitter @pemkalhargorejo I Youtube : Kalurahan Hargorejo

Lestarikan Tradisi Suran di Hargorejo, Warga Pertahankan Filosofi Bubur Suran dan Berkat Janur

Admin Hargorejo 30 Juni 2026 Dibaca 174 Kali
Lestarikan Tradisi Suran di Hargorejo, Warga Pertahankan Filosofi Bubur Suran dan Berkat Janur

Hargorejo — Perayaan tradisi Suronan atau Suran di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo menjadi bukti nyata masih kokohnya pelestarian budaya luhur Jawa yang berpadu harmonis dengan nilai-nilai religius di tengah masyarakat modern. Tradisi tahunan ini dilaksanakan dengan berbagai cara oleh warga setempat, Sebagian jamaah seperti di Masjid Al Khoiriyah Sangkrek memilih merayakannya tepat pada awal bulan Muharram, sementara jamaah Musholla An-Nur Segandong di Padukuhan Sangkrek menggelarnya secara khidmat pada  Malam 10 Muharram atau Malam 10 Suro, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di serambi dan halaman Musholla An-Nur Segandong tersebut diawali setelah warga melaksanakan Shalat Isya dan Shalat Tasbih berjamaah. Sebelum ritual utama kenduri dan doa bersama dibuka, lantunan sholawatan yang diiringi tabuhan musik hadroh berkumandang memecah kesunyian malam sekaligus menyatukan kerukunan warga RT.045 Padukuhan Sangkrek dan warga Padukuhan Gunung Kukusan yang turut berbondong-bondong memadati lokasi. Puncak kegiatan diisi dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin secara bergantian dan berkesinambungan oleh lima orang sesepuh terpandang yang terdiri dari tokoh masyarakat serta kaum atau ro’is setempat.

Kekayaan budaya dalam Suronan ini semakin terpancar saat memasuki sesi kenduri dan kembul bujana atau makan bersama, di mana hidangan ikonik berupa bubur suro yang diracik dari tujuh macam biji-bijian serta sayur khusus dari tujuh jenis sayuran lokal disajikan kepada seluruh warga yang hadir. Berdasarkan penuturan para sesepuh, pemilihan angka tujuh dalam menu masakan tersebut bukanlah tanpa alasan, melainkan sebuah simbolisasi dari jumlah hari dalam sepekan yang membawa pesan mendalam agar umat manusia senantiasa menanamkan tekad kuat serta niat yang baik dalam setiap tindakan mereka sehari-hari.

Hal yang paling mencolok dan membedakan kenduri pada bulan Suro ini dengan kenduri pada umumnya terletak pada pemilihan wadah nasi dan sayur untuk makanan yang dibawa pulang atau berkat. Jika pada kenduri biasa masyarakat umumnya menggunakan wadah berbahan plastik, maka pada tradisi Suron ini wadah plastik tersebut sepenuhnya diganti menggunakan anyaman yang terbuat dari janur, yaitu daun kelapa yang masih muda dan berwarna hijau. Anyaman janur ini dibuat secara sederhana, di mana pada bagian ujungnya diikat dengan tali hingga membentuk struktur wadah yang unik dan tidak beraturan. Nasi berkat beserta sayurnya pun juga dikemas menggunakan wadah dari dedaunan lokal seperti daun jati dan daun pisang. Penggunaan janur dan dedaunan sebagai wadah berkat ini sengaja dipertahankan oleh warga dengan tujuan utama untuk melestarikan tradisi nenek moyang yang sejak dahulu selalu memanfaatkan bahan-bahan dari alam sekitar.

 

Penulis : Ajru F.

Editor : Fitriana

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBK 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 4.284.048.511,95 Rp 4.338.322.758,00
98.75%
Belanja
Rp 3.930.586.979,00 Rp 4.252.189.549,00
92.44%
Pembiayaan
Rp -86.133.209,00 Rp -86.133.209,00
100%

APBK 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Kalurahan
Rp 20.137.300,00 Rp 20.137.300,00
100%
Hasil Aset Kalurahan
Rp 101.358.032,00 Rp 110.590.000,00
91.65%
Dana Desa
Rp 1.521.025.000,00 Rp 1.521.025.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 202.637.746,00 Rp 251.503.243,00
80.57%
Alokasi Dana Kalurahan
Rp 1.126.307.115,00 Rp 1.126.307.115,00
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 1.197.000.000,00 Rp 1.197.000.000,00
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Kalurahan
Rp 39.610.100,00 Rp 39.610.100,00
100%
Penerimaan Bantuan Dari Perusahaan Yang Berlokasi Di Kalurahan
Rp 60.000.000,00 Rp 60.000.000,00
100%
Bunga Bank
Rp 8.823.218,95 Rp 5.000.000,00
176.46%
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp 7.150.000,00 Rp 7.150.000,00
100%

APBK 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Kalurahan
Rp 1.604.877.519,00 Rp 1.716.760.604,00
93.48%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kalurahan
Rp 1.056.931.865,00 Rp 1.159.283.470,00
91.17%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Kalurahan
Rp 239.476.600,00 Rp 322.991.375,00
74.14%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan
Rp 896.100.995,00 Rp 900.419.200,00
99.52%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Kalurahan
Rp 133.200.000,00 Rp 152.734.900,00
87.21%