Hargorejo. KKN Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan sosialisasi literasi digital di rumah salah satu anggota Karang Taruna Anjir di wilayah RT.091 RW.026 pada Jumat (16/01/2026). Acara ini berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB dan dihadiri oleh anggota Karang Taruna Anjir.
Materi sosialisasi disampaikan oleh David dari KKN USD, yang menjelaskan tentang latar belakang berkembangnya teknologi digital, di mana batas dunia nyata dan digital telah dilebur. Hal ini dikarenakan pergeseran ruang sosial, konflik generasi seperti perbedaan antara Generasi Z dan Milenial, serta ancaman jejak digital.
David juga menjelaskan tentang pengenalan media digital dan gadget, di mana media digital sebagai ekosistem yang berkesinambungan dan gadget sebagai 'jendela' yang dapat berperan membantu kegiatan manusia sehari-hari. Selain itu, algoritma media sosial yang sering muncul di pencarian media sosial bergantung pada minat dan ketertarikan pengguna dalam mengakses media sosial.
Interaktivitas antarpengguna media digital sangat beragam dengan melalui aplikasi media sosial yang tersedia, baik interaksi audio, visual, maupun teks. Media digital memiliki kelebihan, yaitu demokratisasi ilmu dengan tersedianya informasi yang beragam dan lengkap, wadah kreativitas bagi pengguna untuk menyebarkan hasil karya serta informasi yang telah dibuat, serta efisiensi waktu yang dapat mempersingkat waktu dalam melakukan komunikasi, bahkan untuk jarak jauh.
Namun, media digital juga memiliki kekurangan, seperti filter bubble yang hanya menampilkan konten sesuai dengan minat, kebiasaan, dan pandangan pengguna, sehingga pengguna terjebak dalam "gelembung" informasi sempit dan jarang terpapar sudut pandang yang berbeda. Hal ini memperkuat keyakinan yang sudah ada dan membatasi perspektif, karena pengguna terus-menerus disuguhkan informasi yang sefrekuensi. Selain itu, dapat terganggunya kesehatan fisik dan mental, seperti kebiasaan mengakses media digital secara berlebihan hingga mengganggu waktu tidur, mata yang terlalu terforsir, hingga dapat meningkatkan stres karena terpaku pada konten-konten tertentu di media sosial. Keamanan Data Media Digital juga dapat menjadi kekurangan ketika terjebak pada Phishing dan scamming (penipuan online), cybercrime seperti peretasan akun, pencurian data pribadi, seperti nama, alamat, nomor telepon, hingga rekening bank, serta ancaman malware atau virus.
Dampak media digital dapat mempengaruhi remaja maupun orang tua. Bagi remaja yang masih dalam tahap pencarian jati diri, media sosial dapat berdampak dari sisi psikologis, seperti cyber bullying. Selain itu, juga berpotensi terdapat eksploitasi diri di mana fenomena FOMO (fear of missing out) dan keinginan untuk viral yang sering terjadi di kalangan remaja. Namun, media digital jika dapat dimanfaatkan dengan baik oleh remaja, terdapat peluang untuk menjadi Content Creator dan Social Entrepreneur.
Sedangkan, bagi orang tua yang berada dalam tahap pengawasan dan adaptasi, meliputi perubahan pola komunikasi, terutama pada anak yang berbeda generasi dengan orang tua. Selain itu, terdapat ketakutan akan konten-konten negatif yang muncul di media sosial, serta dapat mempengaruhi pola pikir dan konsumsi digital, terutama oleh anak-anak. Namun, jika media digital digunakan dengan baik, orang tua dapat memberikan peran teladan bagi anak-anak untuk membatasi konsumsi digital secara berlebihan dan tetap membangun komunikasi keluarga di rumah.
Media digital juga memiliki fungsi strategis di era perkembangan teknologi, seperti pemasaran produk lokal desa menuju nasional bahkan internasional dengan pendidikan berkelanjutan dan pengembangan kompetensi pelaku UMKM.
Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang diikuti oleh seluruh peserta sosialisasi. Acara selesai pada pukul 15.00 WIB dan diharapkan dapat meningkatkan wawasan literasi digital pemuda serta kewaspadaan anggota Karang Taruna Anjir untuk lebih cerdas dalam mengakses media digital.
Penulis : Annisa Istika
Editor : Fitriana