Kelompok Wanita Tani (KWT) Kebonku Padukuhan Penggung mengadakan pertemuan pada hari Jum'at (09/01/2026) di rumah salah satu warga Padukuhan Penggung, Dinar Astuti. Pertemuan ini diisi dengan pelatihan membuat pupuk cair (Eco-enzyme) bersama KKN Universitas Sanata Dharma.
Pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah dapur atau sayuran menjadi sesuatu yang berguna, yaitu pupuk cair atau eco-enzyme. Adapun bahan-bahan yang diperlukan antara lain:
Bahan-bahan
- limbah sayuran sebanyak 3 kilogram
- air sebanyak 10 liter (air hujan, air sumur, air keran)
- gula sebanyak 1 kilogram (hindari gula pasir)
Langkah-langkah
- Gunakan tong sampah atau ember tertutup
- Masukkan gula, lalu tambahkan air jangan terlau penuh sisakan ruang untuk gas;
- Aduk hingga gula larut;
- Masukkan sampah dengan memotong kecil-kecil sisa buah/sayur;
- Tutup wadah. Simpan di tempat sejuk, teduh, dan jangan terkena matahari langsung agar proses fermentasi berjalan baik;
- Buka tutup wadah setiap hari untuk mengeluarkan gas.
- Fermentasi minimal 3 bulan. Setelah matang (biasanya berwarna coklat tua), saring cairan dan pindahkan ke botol botol kecil. pupuk siap digunakan.
Dengan pelatihan Eco-enzyme ini, ibu-ibu anggota KWT dapat berhemat dan tetap dapat memupuk tanaman tanpa mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh kepala BPP, Wiwik Ambarwati, yang berpesan agar pelatihan ini bisa ditindaklanjuti untuk dipraktikkan di rumah. "Untuk selanjutnya, Ibu-Ibu KWT dapat menerapkan pembuatan pupuk tersebut, sehingga tidak ada limbah dapur yang dibuang, tanaman lebih subur, dan lebih hemat pupuk," kata Wiwik.
Pelatihan pembuatan eco-enzyme berlangsung dari pukul 14.30 hingga pukul 16.00 WIB. Ibu-ibu KWT sangat antusias dan bersemangat mengikuti pelatihan ini. Mereka berharap dapat memanfaatkan limbah dapur menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.
Penulis : Annisa Istika
Editor : Yuli S
Sumber : Betty