You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Kalurahan Hargorejo
Logo Kalurahan Hargorejo
Kalurahan Hargorejo

Kap. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

PEMERINTAH KALURAHAN HARGOREJO I SOSIAL MEDIA : Instagram @kalurahan_hargorejo I Twitter @pemkalhargorejo I Youtube : Kalurahan Hargorejo

BSNP: Ujian Nasional Sulit Bikin Murid Pintar

Administrator 06 Desember 2019 Dibaca 725 Kali
BSNP: Ujian Nasional Sulit Bikin Murid Pintar

KBR, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mewacanakan penghapusan Ujian Nasional (UN).

Wacana itu lantas didukung oleh Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Doni Koesoema. Menurut Doni, UN sulit membuat murid jadi pintar.

"Mereka ujian terlalu banyak, akhir semester, ujian sekolah/UASBN, lalu persiapan UTBK, kan terlalu capek. Nanti rezim kita itu rezim ujian, yang meminta anak selalu ujian," kata Doni kepada KBR, Kamis (5/12/2019).

"Iya kalau gampang pintar, kan nggak juga. Hasil tahun ini juga jeblok semua," kata Doni.

Doni pun mengusulkan, sebagai ganti UN, pemerintah bisa menggunakan sistem zonasi untuk mengatur penerimaan murid di jenjang sekolah dasar dan menengah.

"Kalau UN dihapus, sistem zonasi bisa menjadi salah satu syarat untuk seleksi masuk ke jenjang berikutnya. Nah, tinggal sekarang kita pikirin dari SMA ke perguruan tinggi," kata Doni.

UN Hanya Mengukur Hafalan

Kritik terhadap UN juga disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Totok Suprayitno.

Menurut Totok, UN hanya mengukur kemampuan hafalan murid, tapi belum menyentuh kemampuan bernalarnya.

"Memang UN lebih pada kemampuan mengingat dan menghafal anak. Beberapa tahun terakhir kita sudah intervensi dengan soal daya nalar tingkat tinggi, namun ternyata kurang efektif, karena soal seperti itu tidak bisa dikenalkan tetapi harus mengubah budaya," kata Totok, seperti dilansir Antara, Kamis (5/12/2019).

Karena itu, Totok menilai sistem penilaian lewat UN harus diubah. Ia juga menekankan pentingnya perbaikan kualitas pembelajaran, peningkatan jumlah guru, serta peningkatan kemampuan mengajar mereka.

Author

Heru Haetami, Adi Ahdiat

 
 
Editor: Agus Luqman
Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBK 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 4.284.048.511,95 Rp 4.338.322.758,00
98.75%
Belanja
Rp 3.930.586.979,00 Rp 4.252.189.549,00
92.44%
Pembiayaan
Rp -86.133.209,00 Rp -86.133.209,00
100%

APBK 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Kalurahan
Rp 20.137.300,00 Rp 20.137.300,00
100%
Hasil Aset Kalurahan
Rp 101.358.032,00 Rp 110.590.000,00
91.65%
Dana Desa
Rp 1.521.025.000,00 Rp 1.521.025.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 202.637.746,00 Rp 251.503.243,00
80.57%
Alokasi Dana Kalurahan
Rp 1.126.307.115,00 Rp 1.126.307.115,00
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 1.197.000.000,00 Rp 1.197.000.000,00
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Kalurahan
Rp 39.610.100,00 Rp 39.610.100,00
100%
Penerimaan Bantuan Dari Perusahaan Yang Berlokasi Di Kalurahan
Rp 60.000.000,00 Rp 60.000.000,00
100%
Bunga Bank
Rp 8.823.218,95 Rp 5.000.000,00
176.46%
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp 7.150.000,00 Rp 7.150.000,00
100%

APBK 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Kalurahan
Rp 1.604.877.519,00 Rp 1.716.760.604,00
93.48%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kalurahan
Rp 1.056.931.865,00 Rp 1.159.283.470,00
91.17%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Kalurahan
Rp 239.476.600,00 Rp 322.991.375,00
74.14%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan
Rp 896.100.995,00 Rp 900.419.200,00
99.52%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Kalurahan
Rp 133.200.000,00 Rp 152.734.900,00
87.21%