
Saat ini, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) khususnya di kalangan pelajar kondisinya sangat memprihatinkan. Tanpa kita sadari, sebagai seorang pelajar yang duduk di bangku sekolah maupun kuliah, kedudukan tata bahasa sangatlah penting. Bagi mahasiswa, pada saat menyusun tugas akhir atau skripsi diperlukan kedisiplinan tata bahasa yang terdapat dalam tulisan mereka. Mengapa hal tersebut diperlukan? Agar tulisan mereka sempurna, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan ambiguitas.
Contoh kesalahan yang sering ditemukan adalah kesalahan penggunaan tanda baca seperti tanda titik, koma, tanda kurung, dan lain-lain. Selain itu kesalahan yang lainnya adalah kesalahan penulisan kata dan yang paling sering adalah kesalahan penulisan huruf kapital. Terkadang para pelajar seringkali lupa bahwa dalam menulis judul dalam sebuah karangan, khususnya kata depan atau preposisi (ke, di, dari, pada, oleh, kepada, dan lain-lain), konjungsi atau kata hubung (dan, atau, tapi, tetapi, dan lain-lain), interjeksi, artikula, serta partikel lain. Tak hanya itu, kesalahan pribadi yang pernah dialami oleh penulis artikel adalah menyingkat beberapa kata yang seharusnya ditulis dengan lengkap.
Beberapa kesalahan di atas masih dapat diminimalisasi dan dicegah dengan cara memperbanyak literasi agar mampu mengetahui bagaimana tata bahasa yang baik, benar, dan baku. Selain itu diperlukan juga upaya dari guru atau pembimbing agar para pelajar mampu mendisiplinkan diri menggunakan tata bahasa yang baik dan benar. Jika sudah terbiasa, lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan baik yang tentunya mampu meningkatkan kesadaran berbahasa Indonesia.
(AS)
Sumber: Afiana, N. (2018). Analisis kesalahan berbahasa Indonesia tataran ejaan dalam karangan siswa. Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar, 1, 68-78.